Bojonegoro – penadesa.id, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan visi Generasi Emas 2045 melalui perwujudan pendidikan yang berkualitas. Hal ini terbukti dari keikutsertaan DPRD Bojonegoro dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur mengenai pendidikan.
Peran Pendidikan dan Dukungan Pemerintah
Anggota DPRD Bojonegoro Komisi B, Didik Trisetyo Purnomo, memberikan pencerahan kepada masyarakat, menekankan betapa pentingnya peran pendidikan.
”Pendidikan itu sangat penting. Orang mencari kerja pasti yang ditanyakan adalah pendidikannya,” ujar Didik.
Ia juga menyoroti peran nyata pemerintah saat ini dalam mendukung pendidikan, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi para siswa.
Pendidikan sebagai “Isu Seksi” dan Warisan Terbaik.
Senada dengan Didik, Sukur Priyanto menyampaikan pandangannya bahwa isu pendidikan adalah isu yang sangat menarik dan seksi.
”Karena seksinya, bangsa ini kedepannya akan menjadi Generasi Emas. Kedepan generasi yang kuat dan tangguh hanya warisan pendidikan yang lebih baik,” tegas Sukur.
Ia menambahkan bahwa tren pendidikan saat ini sangat berbeda dengan masa lalu, di mana pendidikan adalah warisan paling cocok yang harus diberikan kepada anak, melebihi warisan harta benda. Inilah yang membuat isu pendidikan selalu digaungkan.
Upaya Pemkab Bojonegoro tentang Dana Abadi dan Beasiswa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro serius dalam upaya menjamin pendidikan anak-anaknya. Bukti keseriusan ini adalah pembahasan mengenai Dana Abadi Pendidikan yang dialokasikan dari anggaran daerah.
Anggaran Pendidikan Bojonegoro yang di alokasikan sebesar 20% dari APBD.
Anggaran Pendidikan Provinsi dialokasikan sebesar 32%.
Sukur mengungkapkan bahwa dengan adanya dana ini, mimpi Bojonegoro untuk mewujudkan pendidikan gratis dapat terwujud.
Selain itu, Pemkab berupaya keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa-desa melalui program beasiswa.
Program yang awalnya menargetkan 10 sarjana dalam 1 desa (sebelum memiliki Dana Abadi Pendidikan), kini dapat ditingkatkan menjadi 20 sarjana dalam 1 desa setelah Dana Abadi Pendidikan tersedia.
Transportasi Gratis dan Teknologi Dukungan
Sebagai bentuk perhatian lain, Pemkab Bojonegoro juga menyediakan kendaraan gratis bagi anak sekolah.
”Anak sekolah sekarang dibekali cip. Program ini untuk mendukung anak sekolah naik kendaraan gratis,” tutup Sukuŕ
Implementasi teknologi dalam mendukung program transportasi gratis bagi pelajar. (Ed)












