Bojonegoro – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro menghadiri Seminar Demokrasi yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam (IAI) Attanwir Bojonegoro, (13/12). Kegiatan yang berlangsung di Aula IAI Attanwir Bojonegoro itu digelar untuk memperkuat literasi demokrasi dan kepemiluan di kalangan mahasiswa.
Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian Kongres Pemilihan Raya Dewan Mahasiswa IAI Attanwir. Sekitar 50 mahasiswa, terdiri dari pengurus Dema dan perwakilan berbagai program studi, mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Sejak awal acara, suasana diskusi berlangsung aktif. Para peserta melontarkan pertanyaan kritis terkait dinamika demokrasi, serta tantangan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di Indonesia.
Dalam kegiatan itu, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menghadirkan Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat, H. Moch. Zaenuri, ST, sebagai narasumber. Ia memaparkan konsep dasar demokrasi, sistem kepemiluan, hingga peran strategis mahasiswa dalam pengawasan partisipatif.
Zaenuri menekankan pentingnya peran kampus sebagai ruang awal pembelajaran demokrasi. Menurutnya, kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan sikap kritis mahasiswa.
“Kampus merupakan sarana awal untuk menanamkan pemahaman demokrasi, membangun sikap kritis, serta menumbuhkan kesadaran berpartisipasi dalam setiap proses kepemiluan. Mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan sekaligus mitra pengawasan demokrasi,” ujarnya.
Melalui seminar demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berharap terjalin sinergi berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Ke depan, mahasiswa diharapkan aktif menjadi mitra pengawasan dan turut menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Bojonegoro.












