BOJONEGORO – penadesa.id, Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 16 desa di wilayah tersebut telah mendapatkan alokasi dana BKKD sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di tingkat desa.
Camat Dander, Teguh Wibowo, memastikan bahwa seluruh desa di bawah kepemimpinannya telah menerima perhatian khusus ini.
“Kecamatan Dander memiliki 16 desa, dan kesemuanya telah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Semuanya mendapatkan Bantuan Khusus Keuangan Desa untuk pembangunan desanya,” jelas Teguh Wibowo dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).
Dari total 16 desa, alokasi program dibagi ke dalam dua tahap anggaran utama:
APBD Induk :
Tiga desa menerima program dari APBD Induk. Tiga desa tersebut adalah Desa Sendangrejo, Desa Ngraseh, dan Desa Sumodikaran. Jenis pembangunan yang didanai meliputi proyek jembatan, renovasi balai desa, dan pembangunan jalan aspal.
Perubahan APBD (P-APBD) :
Tiga belas desa lainnya mendapatkan alokasi dari P-APBD. Program di 13 desa ini mayoritas berupa pembangunan jalan beton dan jembatan. Secara spesifik, tiga desa yang mendapatkan program jembatan adalah Desa Ngablak, Desa Ngunut, dan Desa Sumberarum, sementara sisanya fokus pada pembangunan jalan beton.

Camat Dander Teguh Wibowo menekankan bahwa program BKKD ini merupakan program pimpinan, yakni Bupati dan Wakil Bupati, yang berfokus pada pengikutsertaan masyarakat melalui mekanisme swakelola.
”Antusias para perangkat desa, mulai dari Kepala Desa beserta perangkatnya, dan masyarakat sangat mendukung. Hal ini terbukti dengan adanya gotong royong dan swadaya masyarakat itu sendiri. Sehingga masyarakat sangat merasakan dampaknya,” tambahnya.
Program ini juga memiliki dampak ekonomi langsung di tingkat lokal. Pengadaan material diupayakan untuk dilakukan di dalam desa. Jika material tidak tersedia, pembelian baru dilakukan di luar desa terdekat. Selain itu, pengerjaan atau penggarapan proyek melibatkan warga sekitar, yang turut memberikan manfaat tenaga kerja.
Hingga saat ini, Teguh menyebut bahwa progres pengerjaan di wilayah Kecamatan Dander sudah mencapai kurang lebih 60%. “Kalau tahapan sudah sesuai dikerjakan, maka dapat melakukan pencairan tahap ke 2,” pungkasnya. (Ed)












