MALANG – penadesa.id, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan sosialisasi implementasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Acara yang dipimpin oleh pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur ini mengusung tema penting, yakni “Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Mewujudkan Pendidikan untuk Generasi Emas 2045”.
Wakil Pimpinan DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, dalam sambutannya menekankan urgensi peningkatan mutu pendidikan di tengah masyarakat.
”Pendidikan harus ditingkatkan. Pendidikan sangat penting buat masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak sekolah atau putus sekolah,” tegas Sri Wahyuni.
Beliau juga menyoroti Kabupaten Bojonegoro sebagai contoh sukses dengan program ’10 Sarjana dalam 1 Desa’ dan berharap inisiatif tersebut dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Jawa Timur.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber berkompeten: Drs. Sudjono, M.M., perwakilan dari Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, dan Dr. H. Moh. Zaenal Arifin, M.Pd.I., narasumber dari Kementerian Agama Kota Batu.
Dr. H. Moh. Zaenal Arifin, M.Pd.I., mengajak hadirin untuk bersama-sama mendukung pendidikan anak setinggi-tingginya dan melindungi mereka dari hal-hal negatif.
”Wajib hukumnya setiap warga untuk mendapatkan pendidikan. Negara menjamin hal tersebut. Yang terpenting dalam pendidikan (adalah) membentuk karakter,” ujar Moh. Zaenal Arifin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kurikulum, terutama dalam pendidikan agama, harus berlandaskan cinta, yang mencakup cinta lingkungan, cinta agama, dan cinta pendidikan.
Sementara itu, Drs. Sudjono, M.M., memaparkan secara mendalam tentang sinergi peran pemerintah dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga.
”Pendidikan dapat berhasil karena dampak lingkungan. Kalau lingkungannya baik, anak tersebut akan menjadi baik. Namun tidak hanya lingkungan, keluarga juga berpengaruh. Orang tua juga harus peduli dan menjaga anaknya jangan masuk ke hal negatif,” jelas Sudjono.
Menurutnya, pembentukan karakter anak yang baik perlu didukung oleh sekolah dan pendidikan yang diberikan di rumah. Pendidikan tidak terbatas pada bangku sekolah saja, melainkan juga peran keluarga sebagai pendidik.
Mengakhiri penjelasannya, Sudjono menyampaikan harapan besar agar semua anak wajib bersekolah.
“Semua anak wajib untuk sekolah. Dan orang tua juga mendorong dan memberi semangat agar anak sekolah yang lebih baik dan lebih mapan. Dengan demikian pendidikan untuk generasi emas 2045 akan benar-benar menjadi emas,” pungkasnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh pihak di Jawa Timur untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkarakter, berpendidikan, dan siap menyambut Indonesia Emas 2045. (Edge)












