BOJONEGORO – penadesa.id, Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, tengah melaksanakan pembangunan jalan penting yang menghubungkan wilayah tersebut ke arah Desa Bendo, Kecamatan Kapas. Proyek ini mencakup pengecoran jalan di lorong-lorong desa, yang menjadi bukti nyata bahwa derap pembangunan dapat langsung dirasakan oleh warga setempat.
Pembangunan ini disambut dengan antusiasme tinggi. Sebagai bentuk syukur dan dukungan, warga secara sukarela menyediakan minuman kopi serta camilan alakadarnya bagi para pekerja yang bertugas di lapangan.
Ridwan, warga RT 03 RW 01 Desa Mojoranu, memberikan kesaksian mengenai perubahan signifikan di desanya. Ia menilai pembangunan jalan kali ini sangat luar biasa karena menjangkau hingga ke area gang.
“Jalan penghubung antar-desa dari Mojoranu ke Desa Bendo juga sedang dibangun, nntinya, yang menikmati bukan hanya warga Mojoranu, tetapi juga masyarakat luas yang melintas,” ujar Ridwan.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada perangkat desa yang dinilai peduli pada kebutuhan warga. “Kami berterima kasih karena jalan yang awalnya paving dan sudah bergelombang, kini dibangun kembali dengan kualitas yang jauh lebih baik,” tambahnya.
Dalam pertemuannya dengan awak media, Kepala Desa Mojoranu, Lukman Khakim, menjelaskan bahwa proyek ini bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025.
“Berdasarkan laporan tim teknis setelah dilakukan pengukuran, progres fisik saat ini sudah mencapai sekitar 90%. Harapan kami, pada akhir bulan ini seluruh pengerjaan baik secara administrasi maupun fisik telah rampung 100%. Namun, kami tetap menunggu laporan final dari panitia,” jelas Lukman.
Pemerintah Desa Mojoranu berharap infrastruktur ini membawa manfaat besar bagi mobilitas warga. Lukman juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, khususnya Bupati dan Wakil Bupati.
“Kami berharap bantuan keuangan untuk percepatan pembangunan desa ini dapat berlanjut setiap tahunnya, tentunya dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan desa masing-masing. Adapun untuk dana ADD dan DD, kami alokasikan untuk kegiatan lain, termasuk pengadaan bibit tanaman lingkungan tahun 2026 serta pembangunan Koperasi Merah Putih yang saat ini berjalan lancar,” pungkasnya. (Ed)












