Politik

Rapat Komisi B DPRD Bojonegoro Bahas Gayatri, Keluhan Pakan Jadi Sorotan

penadesa3
×

Rapat Komisi B DPRD Bojonegoro Bahas Gayatri, Keluhan Pakan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260504 WA0077

BOJONEGORO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro melalui Komisi B menggelar rapat kerja terkait program unggulan Gayatri, Senin (4/5/2026). Rapat yang menghadirkan dinas peternakan, dinas perdagangan, dan UMKM ini membahas berbagai persoalan di lapangan, terutama keluhan penerima manfaat soal mahalnya pakan ayam petelur.

Rapat berlangsung cukup alot karena setiap persoalan dikupas secara rinci oleh anggota dewan. Temuan di lapangan dinilai berbeda dengan laporan sebelumnya, di mana keluarga penerima manfaat (KPM) mengaku terbebani biaya pakan yang terus naik.

Pimpinan rapat menyampaikan, keluhan tersebut harus segera dicarikan solusi agar program tetap berjalan. Selain itu, program Gayatri diharapkan benar-benar mampu membantu masyarakat dan berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan.

IMG 20260504 WA0078

Lasuri selaku pimpinan rapat mengungkapkan, “pihaknya sangat prihatin terhadap KPM yang mana pihak penerima manfaat akan menjual bantuan gayatri kepada pihak lain. Permasalahan ini juga perlu diperhatikan sehingga perlu adanya pengawasan atau pendamping khusus untuk program pemerintah ini agar program tersebut dapat berhasil. Bagaimana program pemerintah ini dapat berhasil bila tidak ada pendampingan? Disamping itu diharap pihak dinas terkait juga melakukan pendataan untuk penerima gayatri ini masih melaksanakan program tersebut atau memang sudah dipindahtangankan.”

Sementara itu, pihak Dinas Peternakan menjelaskan bahwa pendampingan memang sangat dibutuhkan di lapangan. “Pihaknya memang berharap agar program ini harus ada pendamping. Tujuan pendamping untuk mengawasi langsung segala permasalahan di desa. Jadi segala kendala terkait gayatri dapat teratasi. Untuk pendamping tentunya kita berbicara terkait insentifnya. Dan untuk memindahtangankan terkait gayatri ini memang kita pernah menemuinya. Itu termasuk salah satu kendala yang dilapangan. Setelah kita telusuri kendala sampai dipindahtangankan karena terkait pakan ternak mahal harganya,” terang perwakilan dinas.

Anggota DPRD, Donni, juga menyoroti hitungan ekonomi yang dinilai belum menguntungkan bagi KPM. “program gayatri ini adalah program bagus. Kami sangat mendukung program tersebut. Namun kami program ini kami selalu mendampingi terus. Banyak hal – hal yang perlu kita sikapi. Termasuk terkait pakan ternak. Para penerima banyak mengeluh terkait pakan yang mahal. Dalam sehari ayam gayatri bertelur berkisar antara 2 sampai 2.5 kg. Perkilo mereka menjual berkisar Rp 22 ribu. Kalau kita kalikan berkisar Rp 44 ribu sampai Rp 55 ribu. Kalau kita potong dengan pakannya berapa nilai rupiah diterimanya? Kalau kita kalikan dalam 1 bulan mereka mendapatkan keuntungan berkisar Rp 400 ribu padahal belum perawatan vaksinnya. Apalagi dengan tenaganya. Untuk itu Donni berharap agar dalam menjalankan program ini untuk pakan diupayakan supaya KPM benar untung dan pakan bisa lebih murah namun mendapatkan hasil telur yang lebih bagus. Soalnya telur yang sekarang diproduksi oleh KPM gayatri gampang pecah kalau direbus,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Peternakan menyebut telah melakukan langkah perbaikan melalui pelatihan dan program pakan mandiri. Upaya ini diharapkan mampu menekan harga pakan sekaligus mempermudah akses bagi peternak.

“pihaknya sekarang telah mengadakan pelatihan dan pengawasan agar terkait pakan ayam ini mudah didapat dan diupayakan dapat memproduksi sendiri dengan program pakan mandiri. Sehingga pakan tersebut lebih murah dan gampang didapatkannya. Soalnya disamping mahal memang ada kendala bahwa pakan tersebut hanya disediakan oleh toko tertentu. Sekarang ini kami berupaya agar tiap kecamatan ada toko yang menjual pakan ternak. Salah satu contoh yang sudah kami laksanakan di wilayah kecamatan Balen. Sekarang sudah beroperasi dan pakan tersebut ada selisih harga dengan produk pabrik. Artinya harga pakan lebih murah,” tutup perwakilan dinas.

Ke depan, DPRD berharap ada pengawasan dan pendampingan yang lebih intensif agar program Gayatri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta berjalan sesuai tujuan awal. (Edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *